Minggu, 27 Maret 2011

Bali Wood Carving

UKIRAN BALI 
kalau kita berbicara mengenai Bali , memang tidak akan pernah ada habisnya . Itulah yang dapat diungkapkan ketika berada di pulau Bali.  Pesona alam pegunungan, bukit serta pantai menjadi daya tarik yang dimiliki oleh  Bali.  Begitu pula dengan Kerajinan khas Bali, seperti yang terbuat dari emas perak, dan tembaga semakin membuat pulau Dewata , Bali,  terkesan istimewa.  Tidak hanya itu, di pulau Bali, kerajinan ukiran yang terbuat dari kayu juga dapat Anda temukan.  Di desa Mas, kecamatan Ubud, kabupaten Gianyar,  Sekitar 15 kilometer dari DenpasarKita dapat menemukan beragam kerajinan ukiran. Seperti yang berbentuk meja, kursi, kotak perhiasan, jam dinding, asbak, dan hiasan dinding.

Dengan motif ukiran yang  beragam. Mulai dari untaian rantai, daun, dan ranting pohon.  Namun, motif yang banyak diproduksi oleh para pengrajin Bali yakni figur manusia yaitu, bentuk wajah.  Tapi,bukan hanya keragaman bentuk yang membuat ukiran Bali terkesan menarik.

Untuk ukiran wajah manusia misalnya. Bentuk lekuk wajah, mata, hidung, ataupun telinga terlihat relatif sama dengan wajah manusia pada umumnya.  Seperti yang telah diungkapkan kembali oleh salah seorang pengrajin ukiran Bali, Kadek Hari di desa Mas, Gianyar beberapa waktu lalu.


"Keunikannya Lebih tradisional, trus lebih detail aja. Dari muka, ukiran dan semuanya. Makanya prosesnya pembuatannya lama."


Ukiran Bali memang terkesan menarik..............itulah yang seringkali terucap oleh sebagian besar orang ketika mereka melihat langsung bagaimana kerajinan ukiran tersebut dibuat.  Tidak hanya ketika ide pengrajin langsung tertuang dalam sebuah pahatan tanpa terlebih dahulu membuat pola.

Dengan penuh ketelitian dan kesabaran, mereka membuat secara detail setiap motif ukiran yang diinginkan. Itulah yang menyebabkan, untuk 1 bentuk ukiran, diperlukan waktu pembuatan ukiran Bali relatif lama dan tahap yang cukup panjang.  Ukiran berbentuk patung manusia misalnya, membutuhkan waktu pengerjaan selama kurang lebih 1 bulan mulai dari tahap awal hingga akhir.

 Agar hasil ukiran berkualitas tinggi, kayu yang menjadi bahan utama ukiran, seperti jenis kayu putih ataupun jati tidak langsung dipahat begitu saja. Melainkan harus dikeringkan terlebih dahulu.  Umumnya, selama proses pembuatan, ukiran dipahat oleh kaum lelaki.

 Sementara untuk proses penghalusan dengan menggunakan amplas selalu dikerjakan oleh kaum wanita. Karena, mereka beranggapan kaum wanita lebih sabar dan teliti.  Sedangkan untuk bahan pewarnanya, ukiran Bali umumnya tidak menggunakan plitur. Melainkan, semir sepatu yang telah dicampur dengan bensin agar warna ukiran lebih terkesan alami.

"Proses pembuatan patung dari kayu pangkal buaya, kayu putih namanya. Asli dari Bali kayunya. Itu yang tahan Cuaca, yang paling kuat. Yang paling bagus untuk patung, itu kayunya. Ini prosesnya lama sampai 1 bulan, bertahap. Pertama, bikin bentuknya. Kedua, menghaluskan. Setelah itu bikin muka sama ornament ukiran. Setelah itu, diserahkan ke ibu-ibu untuk diamplas."
 


Membeli kerajinan ukiran Bali. Anda tidak hanya memperoleh beragam keunikan motif ukirannya saja. Kesan natural dari kerajinan tersebut juga menjadi ciri khas dari ukiran menarik.

 Itulah yang menjadi alasan........... harga jual kerajinan ukiran Bali berbeda bentuk, berbeda motif dan ukuran, harga jualnya-pun beragam. Misalkan saja, untuk 1 bentuk ukiran patung manusia yang tingginya mencapai 60 centimeter, berkisar 1 setengah juta hingga 3 juta rupiah. Harganya bervariasi tergantung dari tingkat kerumitan motifnya

www.balitour-transport.com
Enhanced by Zemanta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih buat komentarnya